Ada banyak
definisi tentang Akuntansi. Salah satu di antaranya menyebutkan bahwa, “
Akuntansi adalah seni interpretasi, identifikasi, pengukuran, dan mengkomunikasikan
informasi entitas ekonomi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dan pembuatan
pertimbangan yang akurat bagi pengguna informasi.”
Sebagai alat
untuk berkomunikasi, informasi akuntansi sering disebut sebagai language of
business, bahasa bisnis. Sebab, dalam informasi akuntansi digunakan
istilah-istilah yang bersifat khas akuntansi seperti asset, liabilitis,
capital, equity, cash flow, dan lainnya lagi. Apalagi manfaat informasi
akuntasi tidak terbatas pada dunia bisnis saja. Kita sekarang hidup pada jaman
akuntabilitas. Setiap individu harus menyampaikan informasi akuntasi dengan
jalan menghitung, mengalokasikan, mempertanggung jawabkan, dan melaporkan besar
pajak penghasilan yang harus dibayar. Kadang-kadang kita juga harus menyampaikan
informasi akuntansi agar kita
mendapatkan kredit dari bank. Ternyata studi akuntansi pun tidak
terbatas hanya digeluti para pelajar dan mahasiswa jurusan akuntansi saja.
Setiap orang yang akan terjun ke dunia bisnis dan aktivitas ekonomi lainnya, akan
diuntungkan jika memahami manfaat informasi akuntasi, kelebihanya,
keterbatasannya, dan juga keterbatasannya.
Berbagai
individu yang terjun dalam bidang bisnis dan bersinggungan dengan sejumlah
aktivitas bisnis seperi marketing, produksi, personalia, dan humas, mau tidak
mau akan bersinggungan dengan informasi akuntansi. Memang mereka tidak perlu
jadi seorang ahli akuntansi. Tetapi kemampuan untuk membaca informasi
akuntansi, akan sangat menolongnya untuk meningkatkan efisiensi dan
efektivitas. Semakin tinggi wewenang dan tanggung jawabnya, semakin besar
keperluannya untuk menguasai konsep-konsep dan istilah-istilah akuntansi.
Sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa para CEO perusahaan papan atas,
sebagaian besar memiliki latar belakang pendidikan akuntansi.
“To day it’s
vital that the chief executif officer know the corporation and that he has an
undersatnding of accounting,” bunyi rekomendasi sebuah hasil penelitian.
Pentingnya
memahami informasi akuntansi tidak terbatas hanya di kalangan aktivitas bisnis
saja. Banyak karyawan dengan specialisasi nonbisnis menggunakan informasi akuntansi
dan karenanya butuh pengetahuan dasar-dasar dan terminologi akuntansi. Seorang
Lawyer misalnya, memerlukan pengetahuan informasi akuntansi perpajakan agar
dapat memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan penggelapan pajak.
Demikian pula seorang ahli mesin yang ingin membeli mesin baru yang bisa
menurunkan beaya produksi. Dia harus paham informasi akuntansi beaya atau cost
akunting. Informasi akuntansi memegang peranan penting dalam masyarakat modern,
dan kadang-kadang secara tidak disadari
informasi akuntansi menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan.
Dan hampir setiap warga negara dipengaruhi oleh informasi akuntansi dengan
berbagai cara.
Tujuan pokok
dari proses pengolahan data akuntansi
adalah menyediakan informasi akuntansi yang berguna bagi pengambil
keputusan dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan akitivitas ekonomi.
Keputusan ekonomi itu adalah mengenai alokasi dan penggunaan sumber daya
ekonomi yang langka seperti uang, tanah,
dan buruh.
Tata cara
orang melakukan alokasi dan menggunakan sumber daya ekonomi akan berpengaruh
pada perkembangan ekonomi masyarakat suatu negara, bahkan masyarakat seluruh
dunia. Hal itu disebabkan kualitas keputusan alokasi sumber daya ekonomi, akan
berpengaruh pada penetapan harga, upah, jenis barang dan jasa yang diproduksi.
Juga akan berpengaruh pada kecukapan pasokan bahan makanan yang dibutuhkan
masyarakat, kualitas transportasi, serta aktivitas lainnya yang berguna untuk
meningkatnya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Keputusan alokasi sumber
daya ekonomi yang kurang tepat bisa berakibat fatal terhadap tingkat
kesejahteranaan masarakat. Misalnya, penganggururan yang meningkat, kemiskinan merajalela,
pertumbuhan lambat, inflasi menggila, dan dampak negatip lainnya.
Dari sudut
pandang manajemen, informasi merupakan salah satu sumber daya. Sebagaimana
setiap orang tidak bisa hidup tanpa
informasi, demikian pula sebuah organisasi, baik organisasi yang bersifat
bisnis maupun non bisnis. Secara garis besar, jenis informasi dapat dibedakan
menjadi dua, yakni informasi non kauntitatif dan informasi kuantitatif.
Informasi kauntitatif, terbagi atas,” (1) Operating Indormation, (2) Financial
Accounting Informationi, (3) Management Accounting Information, (4) Tax
Acounting Information
2.1 Operating Information
Perlunya
informasi dalam mengendalikan perusahaan, adalah untuk meyakinkan setiap
harinya bahwa rencana perusahaan yang telah ditetapkan dalam semua lini bagian
perusahaan berjalan dengan baik. Misalnya proses produksi berjalan cukup
efisien, para karyawan bekerja tepat waktu dan dengan produktivitas optimal,
jaminan kesehatan, perumahan, asuransi terjamin, bagian marketing cukup agresif
memasarkan barang dan jasa, dan laiinya lagi. Data yang bersifat kuantitatif
sangat perlu karena sifat kepastainnya yang tinggi. Opearting information juga
harus bisa memberikan kepastian bahwa setiap event atau kejadian yang dapat dikuantitaskan
harus tercatat dengan baik. Catatan data produk dari Operating information sangat
penting bagi tahapan pengolahan informasi lanjut, dan merupakan bagian dari
management information system atau sistem informasi manajemen.
Financial Accounting Information
Financial
accounting atau akuntansi keuangan adalah informasi akuntansi yang melukiskan
sumber daya keuangan, kewajiban, dan aktivitas yang dimiliki suatu entitas ekonomi. Para akuntan
menggunakan istilah financial position
untuk melukiskan sumber daya financial dan kewajiban finacial yang dimilki
suatu entitas ekonomi pada sautu waktu tertentu. Para akuntan juga menggunakan istilah
hasil operasi ( result of operation) untuk melukiskan aktivitas financial
sepanjang tahun. Informasi financial accounting terutama ditujukan untuk
membantu investor dan kreditor mengambil keputusan dimana mereka akan
menempatkan dana investasi yang langka itu. Keputusan para investor dan
kreditor itu sangat penting, bagi masyarakat, karena keputusan itu akan membantu
pertumbuhan ekonomi masyarakat atau menyebabkan kemunduran pertumbuhan ekonomi
masyarakat.
2.2 Management Accounting Information
Management
Accounting atau Akuntansi manajemen, adalah informasi akuntansi yang ditujukan
untuk membantu manajemen melaksanakan tugasnya
menjalankan roda organisasi. Informasi akuntasi keuangan hanya sebagian saja
dari sistem informasi manajemen. Akan tetapi sebagian besar sistim informasi
manajemen yang dikendalikan manajer berisi informasik akuntansi keuangan. Sebabnya
adalah setiap keputusan ekonomi, selalu melibatkan pertimbangan keuangan.
2.3 Tax Accounting Information
Tax
Accounting atau Akuntansi pajak adalah informasi akuntansi untuk membantu
manajemen dalam menyiapkan pengajuan potongan pajak. Sebagaian besar data
akunansi untuk menyiapkan potongan pajak, bersumber pada financial accounting.
Cara yang ditempuh dengan melakukan penyesuaian ikhtisar keuangan agar selaras
dengan laporan pajak penghasilan perusahaan yang disampaiakan ke kantor pajak.
Tantangan terbesar dari tax accounting,
bukan pada permohonan potongan pajak. Tetapi lebi pada tax planning atau perencanaan pajak
sebagai bagian dari budgeting perusahaan. Tax planing adalah antisipasi effect pajak
yang muncul dari transaksi bisnis dan strukturisasi dari transaksi-transaksi
bisnis dengan cara yang sedemikian rupa sehingga bisa meminimalkan beban
perpajakan yang harus ditanggung perusahaan.[]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar