Kamis, 10 Agustus 2017

Konsep Dasar dan Definisi Akuntasi



Ada banyak definisi tentang Akuntansi. Salah satu di antaranya menyebutkan bahwa, “ Akuntansi adalah seni interpretasi, identifikasi, pengukuran, dan mengkomunikasikan informasi entitas ekonomi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dan pembuatan pertimbangan yang akurat bagi pengguna informasi.”

Sebagai alat untuk berkomunikasi, informasi akuntansi sering disebut sebagai language of business, bahasa bisnis. Sebab, dalam informasi akuntansi digunakan istilah-istilah yang bersifat khas akuntansi seperti asset, liabilitis, capital, equity, cash flow, dan lainnya lagi. Apalagi manfaat informasi akuntasi tidak terbatas pada dunia bisnis saja. Kita sekarang hidup pada jaman akuntabilitas. Setiap individu harus menyampaikan informasi akuntasi dengan jalan menghitung, mengalokasikan, mempertanggung jawabkan, dan melaporkan besar pajak penghasilan yang harus dibayar. Kadang-kadang kita juga harus menyampaikan informasi akuntansi agar kita  mendapatkan kredit dari bank. Ternyata studi akuntansi pun tidak terbatas hanya digeluti para pelajar dan mahasiswa jurusan akuntansi saja. Setiap orang yang akan terjun ke dunia bisnis dan aktivitas ekonomi lainnya, akan diuntungkan jika memahami manfaat informasi akuntasi, kelebihanya, keterbatasannya, dan juga keterbatasannya. 

Berbagai individu yang terjun dalam bidang bisnis dan bersinggungan dengan sejumlah aktivitas bisnis seperi marketing, produksi, personalia, dan humas, mau tidak mau akan bersinggungan dengan informasi akuntansi. Memang mereka tidak perlu jadi seorang ahli akuntansi. Tetapi kemampuan untuk membaca informasi akuntansi, akan sangat menolongnya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas. Semakin tinggi wewenang dan tanggung jawabnya, semakin besar keperluannya untuk menguasai konsep-konsep dan istilah-istilah akuntansi. Sebuah penelitian di AS menunjukkan bahwa para CEO perusahaan papan atas, sebagaian besar memiliki latar belakang pendidikan akuntansi.

“To day it’s vital that the chief executif officer know the corporation and that he has an undersatnding of accounting,” bunyi rekomendasi sebuah hasil penelitian.

Pentingnya memahami informasi akuntansi tidak terbatas hanya di kalangan aktivitas bisnis saja. Banyak karyawan dengan specialisasi nonbisnis menggunakan informasi akuntansi dan karenanya butuh pengetahuan dasar-dasar dan terminologi akuntansi. Seorang Lawyer misalnya, memerlukan pengetahuan informasi akuntansi perpajakan agar dapat memecahkan masalah-masalah yang berkaitan dengan penggelapan pajak. Demikian pula seorang ahli mesin yang ingin membeli mesin baru yang bisa menurunkan beaya produksi. Dia harus paham informasi akuntansi beaya atau cost akunting. Informasi akuntansi memegang peranan penting dalam masyarakat modern, dan kadang-kadang secara tidak disadari  informasi akuntansi menjadi salah satu topik yang banyak dibicarakan. Dan hampir setiap warga negara dipengaruhi oleh informasi akuntansi dengan berbagai cara.

Tujuan pokok dari proses pengolahan data akuntansi  adalah menyediakan informasi akuntansi yang berguna bagi pengambil keputusan dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan akitivitas ekonomi. Keputusan ekonomi itu adalah mengenai alokasi dan penggunaan sumber daya ekonomi yang langka seperti  uang, tanah, dan buruh. 

Tata cara orang melakukan alokasi dan menggunakan sumber daya ekonomi akan berpengaruh pada perkembangan ekonomi masyarakat suatu negara, bahkan masyarakat seluruh dunia. Hal itu disebabkan kualitas keputusan alokasi sumber daya ekonomi, akan berpengaruh pada penetapan harga, upah, jenis barang dan jasa yang diproduksi. Juga akan berpengaruh pada kecukapan pasokan bahan makanan yang dibutuhkan masyarakat, kualitas transportasi, serta aktivitas lainnya yang berguna untuk meningkatnya kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat. Keputusan alokasi sumber daya ekonomi yang kurang tepat bisa berakibat fatal terhadap tingkat kesejahteranaan masarakat. Misalnya, penganggururan yang meningkat, kemiskinan merajalela, pertumbuhan lambat, inflasi menggila, dan dampak negatip lainnya.
Dari sudut pandang manajemen, informasi merupakan salah satu sumber daya. Sebagaimana setiap  orang tidak bisa hidup tanpa informasi, demikian pula sebuah organisasi, baik organisasi yang bersifat bisnis maupun non bisnis. Secara garis besar, jenis informasi dapat dibedakan menjadi dua, yakni informasi non kauntitatif dan informasi kuantitatif. Informasi kauntitatif, terbagi atas,” (1) Operating Indormation, (2) Financial Accounting Informationi, (3) Management Accounting Information, (4) Tax Acounting Information
2.1  Operating Information
Perlunya informasi dalam mengendalikan perusahaan, adalah untuk meyakinkan setiap harinya bahwa rencana perusahaan yang telah ditetapkan dalam semua lini bagian perusahaan berjalan dengan baik. Misalnya proses produksi berjalan cukup efisien, para karyawan bekerja tepat waktu dan dengan produktivitas optimal, jaminan kesehatan, perumahan, asuransi terjamin, bagian marketing cukup agresif memasarkan barang dan jasa, dan laiinya lagi. Data yang bersifat kuantitatif sangat perlu karena sifat kepastainnya yang tinggi. Opearting information juga harus bisa memberikan kepastian bahwa setiap event atau kejadian yang dapat dikuantitaskan harus tercatat dengan baik. Catatan data produk dari Operating information sangat penting bagi tahapan pengolahan informasi lanjut, dan merupakan bagian dari management information system atau sistem informasi manajemen.

Financial Accounting Information
Financial accounting atau akuntansi keuangan adalah informasi akuntansi yang melukiskan sumber daya keuangan, kewajiban, dan aktivitas yang dimiliki  suatu entitas ekonomi. Para akuntan menggunakan istilah financial position untuk melukiskan sumber daya financial dan kewajiban finacial yang dimilki suatu entitas ekonomi pada sautu waktu tertentu. Para akuntan juga menggunakan istilah hasil operasi ( result of operation) untuk melukiskan aktivitas financial sepanjang tahun. Informasi financial accounting terutama ditujukan untuk membantu investor dan kreditor mengambil keputusan dimana mereka akan menempatkan dana investasi yang langka itu. Keputusan para investor dan kreditor itu sangat penting, bagi masyarakat, karena keputusan itu akan membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat atau menyebabkan kemunduran pertumbuhan ekonomi masyarakat.
2.2  Management Accounting Information
Management Accounting atau Akuntansi manajemen, adalah informasi akuntansi yang ditujukan untuk membantu  manajemen melaksanakan tugasnya menjalankan roda organisasi. Informasi akuntasi keuangan hanya sebagian saja dari sistem informasi manajemen. Akan tetapi sebagian besar sistim informasi manajemen yang dikendalikan manajer berisi informasik akuntansi keuangan. Sebabnya adalah setiap keputusan ekonomi, selalu melibatkan pertimbangan keuangan.
2.3  Tax Accounting Information
Tax Accounting atau Akuntansi pajak adalah informasi akuntansi untuk membantu manajemen dalam menyiapkan pengajuan potongan pajak. Sebagaian besar data akunansi untuk menyiapkan potongan pajak, bersumber pada financial accounting. Cara yang ditempuh dengan melakukan penyesuaian ikhtisar keuangan agar selaras dengan laporan pajak penghasilan perusahaan yang disampaiakan ke kantor pajak. Tantangan terbesar  dari tax accounting, bukan pada permohonan potongan pajak. Tetapi lebi  pada tax planning atau perencanaan pajak sebagai bagian dari budgeting perusahaan. Tax planing adalah antisipasi effect pajak yang muncul dari transaksi bisnis dan strukturisasi dari transaksi-transaksi bisnis dengan cara yang sedemikian rupa sehingga bisa meminimalkan beban perpajakan yang harus ditanggung perusahaan.[]





Tidak ada komentar:

Posting Komentar