Jumat, 11 Agustus 2017

Penyusunan Laporan Keuangan Perusahaan Jasa (01)



Financial statement atau ikhtisar keuangan disampikan bukan saja kepada pihak manajemen, tetapi juga diperkenalkan kepada publik supaya diperoleh gambaran yang obyektip mengenai posisi keuangan dan profitabilitas perusahaan. Ikhtisar keuangan itu yang panjangnya bisa kurang dari satu halaman, merupakan ringkasan dari beribu-beribu transaksi yang dicatat selama satu tahun dalam sistem akuntansi perusahaan. Dengan demikian ihktisar keuangan merupakan produk akhir dari proses akuntansi perusahaan. Para pelajar dan mahasiswa yang ingin dengan mudah memahami karakteristik dan isi dari ikhtisar keuangan, akan berada pada posisi yang benar dan baik apa bila dia mulai dengan mempelajari cara-cara mencatat dan mengklasifikasikan data transaksi bisnis.

Tiga komponen dari ikhtisar keuangan yang luas dikenal publik adalah neraca atau banance sheet, laporan laba-rugi  atau lapaoran pendapatan, atau income statetmen. Dan yang trakhir adalah laporan arus kas atau statement of cash flows. Neraca atau balance sheet, sering disebut juga financial posisition atau posisi keuangan. Disebut demikian, karena neraca mengandung tiga komponen penting, yaitu asset, liabilities dan owner’s ekuity. (Harta, Kewajiban, dan Ekuitas).

1.1    Balance Sheet atau Neraca.
Tujuan dari penyunan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan dari suatu entitas bisnis pada suatu tanggal tertentu. Tiap perusahaan ada yang menyusun neraca setiap bulan, tiga bulan, enam bulan, dan setiap akhir tahun. Dan menerbitkannya tiap empat bulan, enam bulan, atau bahkan hanya setiap tahun, sesuai dengan kepentingannya masing-masing.
Neraca berisi daftar assets, liabilitis, dan owner’s ekuity dari perusahaan. Tanggal neraca sangatlah penting, karena neraca mencerminkan posisi keuangan pada tanggal itu. Dan posisi keuangan itu besar kemungkinan akan cepat berubah. Karena itu neraca memberikan gambaran posisi keuangan perusahan yang paling mutahir. Di bawah ini contoh dari balance sheet Perusahaan Sabrina Travel Agency, yang menggambarkan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2014.Semua angka dalam ribuan upiyah. Arinya Kas dengan angka Rp.22.500 harus dibaca Rp.22.500.000,- ( Kas dengan angka dua puluh dua ribu lima ratus, harus dibaca dua puluh dua juta lima ratus ribu rupiyah). 



Perhatikan baik-baik Neraca Perusahaan Sabrina Travel Agency di atas. Pertama adalah judul neraca. Pada judul tercantum tiga kalimat, (1) Nama entitas bisnis, (2) Nama Ikhtisar Keuangan, (3) Tanggal neraca atau tanggal balance sheet. Kedua, kerangka neraca terdiri atas seksi yang terpisah, yaitu assets, liabilities, dan owner’s equity.

Perhatikan, bahwa cash menduduki peringkat paling atas dari daftar assets, kemudian disusul dengan Notes receivable, Accounts receivable, supplies, dan assets lain yang paling mudah dikonversi menjadi uang tunai atau cash, dan yang mudah habis atau mudah dikonsumsi dalam kegiatan operasional menjalankan usaha. Assets yang mudah dikonsumsi dan mudah diubah menjadi uang tunai, disebut assets yang liquid. Setelah dicantumkan asset yang likuid, disusul dengan mencantumkan daftar asset yang permanen, seperti tanah, gedung, mesin dan peralatan. Liabilities ditampailkan dalam daftar neraca lebih dahulu dari owner’s equity. Tiap jenis liabilities seperti notes payable, accounts payable, dan salary payable, disusun secara terpisah , diikuti dengan kalimat total liabilites. Akhirnya, perhatikan bahwa jumlah total asset (Rp.300.000,-) harus sama dengan jumlah total liabilities dan owner’s equity. Hubungan total assets dengan total liabilities dan owner’s equities  yang harus selalu sama, bersifat peranen. Kesamaan dari kedua total itu, yang menyebabkan ikhtisar keuangan ini disebut dengan neraca atau bakance sheet.[]




Tidak ada komentar:

Posting Komentar