Financial
statement atau ikhtisar keuangan disampikan bukan saja kepada pihak manajemen,
tetapi juga diperkenalkan kepada publik supaya diperoleh gambaran yang obyektip
mengenai posisi keuangan dan profitabilitas perusahaan. Ikhtisar keuangan itu
yang panjangnya bisa kurang dari satu halaman, merupakan ringkasan dari
beribu-beribu transaksi yang dicatat selama satu tahun dalam sistem akuntansi
perusahaan. Dengan demikian ihktisar keuangan merupakan produk akhir dari
proses akuntansi perusahaan. Para pelajar dan mahasiswa yang ingin dengan mudah
memahami karakteristik dan isi dari ikhtisar keuangan, akan berada pada posisi
yang benar dan baik apa bila dia mulai dengan mempelajari cara-cara mencatat
dan mengklasifikasikan data transaksi bisnis.
Tiga
komponen dari ikhtisar keuangan yang luas dikenal publik adalah neraca atau
banance sheet, laporan laba-rugi atau
lapaoran pendapatan, atau income statetmen. Dan yang trakhir adalah laporan
arus kas atau statement of cash flows. Neraca atau balance sheet, sering
disebut juga financial posisition atau posisi keuangan. Disebut demikian,
karena neraca mengandung tiga komponen penting, yaitu asset, liabilities dan
owner’s ekuity. (Harta, Kewajiban, dan Ekuitas).
1.1 Balance Sheet atau Neraca.
Tujuan dari
penyunan neraca adalah untuk menunjukkan posisi keuangan dari suatu entitas
bisnis pada suatu tanggal tertentu. Tiap perusahaan ada yang menyusun neraca
setiap bulan, tiga bulan, enam bulan, dan setiap akhir tahun. Dan
menerbitkannya tiap empat bulan, enam bulan, atau bahkan hanya setiap tahun,
sesuai dengan kepentingannya masing-masing.
Neraca
berisi daftar assets, liabilitis, dan owner’s ekuity dari perusahaan. Tanggal
neraca sangatlah penting, karena neraca mencerminkan posisi keuangan pada
tanggal itu. Dan posisi keuangan itu besar kemungkinan akan cepat berubah.
Karena itu neraca memberikan gambaran posisi keuangan perusahan yang paling
mutahir. Di bawah ini contoh dari balance sheet Perusahaan Sabrina Travel
Agency, yang menggambarkan posisi keuangan pada tanggal 31 Desember 2014.Semua
angka dalam ribuan upiyah. Arinya Kas dengan angka Rp.22.500 harus dibaca
Rp.22.500.000,- ( Kas dengan angka dua puluh dua ribu lima ratus, harus dibaca
dua puluh dua juta lima ratus ribu rupiyah).
Perhatikan
baik-baik Neraca Perusahaan Sabrina Travel Agency di atas. Pertama adalah judul
neraca. Pada judul tercantum tiga kalimat, (1) Nama entitas bisnis, (2) Nama
Ikhtisar Keuangan, (3) Tanggal neraca atau tanggal balance sheet. Kedua,
kerangka neraca terdiri atas seksi yang terpisah, yaitu assets, liabilities,
dan owner’s equity.
Perhatikan,
bahwa cash menduduki peringkat paling atas dari daftar assets, kemudian disusul
dengan Notes receivable, Accounts receivable, supplies, dan assets lain yang
paling mudah dikonversi menjadi uang tunai atau cash, dan yang mudah habis atau
mudah dikonsumsi dalam kegiatan operasional menjalankan usaha. Assets yang
mudah dikonsumsi dan mudah diubah menjadi uang tunai, disebut assets yang
liquid. Setelah dicantumkan asset yang likuid, disusul dengan mencantumkan
daftar asset yang permanen, seperti tanah, gedung, mesin dan peralatan.
Liabilities ditampailkan dalam daftar neraca lebih dahulu dari owner’s equity.
Tiap jenis liabilities seperti notes payable, accounts payable, dan salary
payable, disusun secara terpisah , diikuti dengan kalimat total liabilites.
Akhirnya, perhatikan bahwa jumlah total asset (Rp.300.000,-) harus sama dengan
jumlah total liabilities dan owner’s equity. Hubungan total assets dengan total
liabilities dan owner’s equities yang
harus selalu sama, bersifat peranen. Kesamaan dari kedua total itu, yang
menyebabkan ikhtisar keuangan ini disebut dengan neraca atau bakance sheet.[]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar