Kamis, 10 Agustus 2017

Konsep Penyusunan Laporan Keuangan



Laporan Keuangan atau Financial report dibuat untuk disampaikan kepada pihak-pihak eksternal, yaitu pihak-pihak yang ada diluar organisasi bisnis. Financial report biasanya diterbitkan oleh organisasi bisnis besar skala industri dan isinya aneka macam informasi keuangan yang komplet, lengkap, dan dapat dipercaya. Kadang-kadang disertakan juga audit report atau laporan hasil auditing akuntan publik dan catatan atas ikhtisar keuangan atau Note to the financial statement. Tujuannya untuk lebih memperjelas informasi keuangan yang disampaikan melalui Ikhtisar  Keuangan. Tujuan dari penerbitan Ikhtisar keuangan adalah untuk membantu users melakukan evaluasi atas posisi keuangan, profitabilitas, dan prospek entitas bisnis di masa depan.

Financial Statemen  atau ikhtisar keuangan adalah laporan yang terdiri atas empat informasi akuntansi yang meliputi sumber daya finacial, kewajiban financial, profitability, dan transaksi  kas dari kegiatan bisnis. Ikhtisar keuangan itu mencakup:
a.      Balance Sheet atau neraca. Yaitu suatu daftar yang berisi posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu. Neraca melukiskan sumber daya keuangan yang dikuasai entitas bisnis, kewajiban-kewajiban yang ada, dan jumlah ekuitas atau jumlah investasi pemilik entitas bisnis.
b.      Income Statement atau Laporan Laba Rugi. Yaitu suatu laporan yang berisi profitabilitas entitas bisnis pada suatu periode tertentu.
c.       Statement of owner’s equity. Yaitu suatu laporan yang berisi perubahan owner’s equity dari suatu entitas bisnis. Untuk entitas bisnis berbentuk corporasi, Statemen of owner’s equity disebut dengan Statement of retained earning.
d.      Statemnt of cash flow. Yaitu laporan yang berisi arus kas yang diterima dan arus kas yang keluar dari suatu entitas bisnis.

Sistem Akuntansi, Pengendalian Intren, dan Auditing 
Setiap organisasi bisnis mengembangkan sistem informasi akuntansinya masing-masing. Sistem Informasi akuntansi adalah sistim untuk menyiapkan ikhtisar keuangan, laporan pajak, d laporan untuk manajemen, bill untuk costumer, dan berbagai jenis informasi akuntansi. Sistem akuntansi terdiri atas orang, prosedur, peralatan, dan catatan yang digunakan oleh suatu entitas untuk mengembangkan informasi akuntansi dan mengkomunikasikan informasi akuntansi itu kepada para users yang berkepentingan dengan pengambilan keputusan. Dalam Sistem Informasi Akuntansi, semua aktivitas ekonomi dibuat catatannya dalam akunting record. Kelak data yang tercatat, akan di golong-golongkan, dan diikhtisarkan dalam bentuk laporan akuntansi untuk memenuhi kebutuhan berbagai pengambil keputusan seperi investor, kreditor, dan pemerintah.

Informasi akuntansi merupakan out put dari Sistem informasi akuntansi. Pihak ektern perlu suatu jaminan bahwa informasi akuntansi yang dihasilkan oleh sistem informasi akuntansi dari entitas bisnis benar-benar akurat, dapat, dipercaya, dan tidak mengandung kesalahan. Untuk memberikan jaminan bahwa sistem informasi akuntansi suatu entitas bisnis dapat dipercaya, maka dikembangkanlah Sistem Pengendalian Intern. Sistem Pengendalian Intern adalah semua peralatan, sarana, dan prosedur yang dikembangkan oleh entitas bisnis guna menjaga agar sistem informasi akuntansi yang berlalaku, terhindar dari kesalahan, kekeliruan, pemborosan, kecurangan, sehingga  benar-benar dapat dihasilkan informasi akuntansi yang dapat dipercaya, akurat, dan terhindar dari kesalahan. Singkatnya Pengendalian Intern adalah semua perangkat dan peralatan yang dikembangkan untuk menjamin bahwa organisasi berjalan sebagai mana yang direncanakan.

Auditing adalah proses investigasi atas ikhtisar keuangan dari suatu perusahaan untuk menentukan fairness, completenes, dan reliable dari ikhtisar keuangan yang diterbitkan. Dengan demikian fungsi auditing adalah untuk memberikan jaminan kepada pihak ekstern dari entitas bisnis suatu ikhtisar keuangan yang dapat diperjaya, benar, jujur, dan terhindar dari misleding. Auditing harus dilakukan oleh seorang profesional,  telah menjalani pelatihan dan pendidikan yang cukup, disamping memiliki pendidikan formal jurusan akuntansi. Mereka juga harus lulus dalam pendidikan keahlian di bidang auditing. Di Amerika auditing dilakukan oleh akuntan yang memiliki CPA, Certified Public Accountants. Akuntan yang memiliki wewenang melakukan auditing entitas bisnis yang menerbitkan ikhtisar keuangannya, disebut Akuntan Publik. Untuk meraih gelar CPA, seorang kandidat Akuntan Publik baukan hanya harus memiliki pendidikan dasar bidang akuntansi. Dia juga harus mengikuti pendidikan lanjutan dan lulus dalam suatu ujian untuk meraih gelar Akuntan Publik bersertifikat. Materi ujian untuk meraih gelar CPE antara lain Teori Akuntansi, Praktek Akuntansi, Auditing, dan Hukum Bisnis. Selain Akuntan Publik, dikenal juga profesi akuntan lainnya. Antara lain Akuntan Perusahaan, Akuntan Pajak, Akuntan Pemerintah, dan Akuntan Pendidik.

Transaksi Bisnis, Pendekatan Untuk Mencatat Aktivitas Ekonomi
Laporan Akuntansi meringkas semua informasi yang dicatat dalam sistem akuntansi. Dalam mencatat aktivitas ekonomi, para akuntan memusatkan perhatiannya pada transaksi-transaksi yang lengkap atau completed transaction.

Completed transaction adalah transaksi yang memenuhi dua kriterian, yaitu: (1) Mengakibatkan perubahan dengan segera terhadap sumber keuangan dan kewajiban entitas bisnis. (2) Dapat diukur secara obyektif dengan satuan uang.Kekuatan utama dari pendekatan transaksi bisnis ini adalah hanya event bisnis yang memiliki nilai reliability dan obyektivity tinggi saja yang harus dicatat. Sedangkan event yang kurang berpengaruh terhadap sumber keuangan, bisa diabaikan. Dalam suatu entitas bisnis banyak sekali terjadi even. Tetapi tidak semua event harus dicatat sebagai transaksi yang memiliki kualitas mempengaruhi sumber daya financial. Sekalipun begitu, ada event yang penting bagi masa depan entitas bisnis di masa depan. Tetapi karena event itu bukan transaksi financial, tidak perlu dicacat dalam sistem informasi akuntansi. Tetapi pasti akan dicatat dalam manajemen information sistem.

Genrally Accepted Accounting Principles (GAAP) 
Akuntansi harus kita bedakan dengan tata buku. Sering kedua istilah itu dikacaukan. Ada anggapan bahwa akunting sama dengan tata buku. Akunting dan tata buku memang berhubungan erat sekali.  Tetapi akunting bukanlah tata buku. Cakupan akuntansi lebih luas dari tata buku. 

Tata buku adalah teknik pencatatan data keuangan dari kegiatan bisnis dengan cara sedemikian rupa, sehingga seluruh catatan data keuangan itu terpelihara dengan baik. Kegiatan tata buku lebih banyak pada aktivitas catat mencat secara manual, sekalipun digunakan mesin-mesin pembukuan yang modern.Cakupan kegiatan akuntasi tidak hanya soal catat mencatata data keuangan. Titik berat akuntansi adalah mendisain sistem pencatatan data keuangan, menyiapkan laporan keuangan berdasarkan data keuangan yang dicatat, dan melakukan interprestasi atas laporan keuangan.

  Sebagaimana ilmu fisika dan biologi, para ahli juga banyak melakukan penyelidikan dan percobaan untuk mengembangkan prinsisp-prinsip akuntansi agar akuntansi dapat mengikuti perkembangan jaman. Percobaan dan penyelidikan akuntansi merupakan aktivitas yang tidak pernah selesai. Para profesioanl akuntansi membentuk asosiasi yang memeliki wewenang pengembangkan prinsip-prinsip dan praktek akuntansi yang sehat dan relevan dengan perkembangan jaman. Badan yang memiliki otoritas demikian, di Amerika, adalah suatu intsitusi yang cukup berwibawa, yaitu Financial Accounting Standar Board (FASB). Di samping FASB, organisasi profesi akuntan yang juga mempengaruhi perkembangan teori dan praktek akuntansi di Amerika adalah AICPA ( American Institute of Certified Public Accountans), SEC ( Securities anda Exchange Comission ( SEC), dan American Accounting Association (AAA). Organisai profesi akuntan itulah yang mengebangkan Generally Accepted Accounting Principles (GAAP).  Di Indonesia peranan intitusi semacam FASB adalah organisasi para profesional akuntan indonesia, Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). IAI juga yang mengembangkan Standak Akuntasi Keuangan.(SAK).

GAAP adalah aturan dasar bagaimana cara suatu laporan keuangan harus dibuat, disusun, disajikan, dan diterbitkan. GAAP berisi kerangka dasar yang menetapkan informasi apa saja yang harus termasuk ke dalam ikhtisar keuangan dan bagaimana informasi itu disajikan. GAAP juga berisi seperangkat aturan dasar dalam menyajikan ikhtisar keuangan seperti obyectives, standart, consepts, assumptions, dan methods.
Konsep dasar akuntansi adalah  suatu anggapan, asumsi, pandangan dasar dalam menyajikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukan. Seperangkat konsep dasar akuntansi antara lain adalah,  ”(1) Camparability, (2) Reliability, (3) Entity Principle, (4) Cost Principle, (5) Going- consern assumption, (6) Objectivity principle, (7) Stable dollar assumption, (8) Consep of Adequate disclosue.

Perlu ditegaskan di sini, bahwa tidak ada daftar yang cukup komprehensip dari generally accepted accounting principles. Sebab prinsip-prisnsip akuntansi terus berkembang sejalan dengan perkembangan activitas dunia bisnis dan cara-cara baru dalam mengorganisir entitas bisnis.


Karakter Prinsip Akuntansi

 Prinsip dan hukum akuntansi tidak seperi hukum fisika yang sudah tersedia di alam semesta, tinggal di cari dan ditemukan hukum-hukumnya. Prinsip akuntasi semacam konvensi yang dikembangkan oleh para pelaku bisnis untuk mencapai tujuan obyektif dari diterbitkannya laporan keuangan. Dengan sudut pandang lain, prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara umum atau generally accepted accounting prinsiples mirip dengan aturan-aturan yang ditetapkan dalam ornagisasi olah raga, seperti sepak bola, basket, voli, badminton, tenis, dan lainnya lagi. Contoh prinsip akuntansi yang mirip aturan dalam organisasi olah raga, adalah:
a.      Pada awalnya disusun dari kombinasi antara tradis, pengalaman, aturan pelatih.
b.      Memerlukan dukungan pihak berwenang, sarana pendudung yang bersifat memaksa.
c.       Kadang-kadang diperlukan wasit yang tidak memihak dan netral.
d.      Prinsip-prinsip dapat berubah jika dalam perjalanan waktu, ditemukan kelemahan yang tidak sesuai lagi dengan perkembangan keadaan.
e.      Harus dipahami dengan jelas oleh pelaku dan dan proses pelaksanaannya mendapatkan pengawasan dan kontrol melalui partisipasi semau pihak yang berkepentingan.
Sayang sekali, prinsip akuntasi bervariasi pada setiap negara. Kalimat pernyataan generally accepted accounting principles, merupakan konsep akuntasi yang dipraktekkan dan berlaku di Amerika Serikat. Namun demikian praktek akuntansi yang dilaksanakan di Canada, Ingggris, dan sejumlah negara seperi Austtalia, Zelandia Baru, dan sejumlah negara lain nyaris mirip dengan parktek akuntansi di Amerika Serikat. Lagi pula perusahaan asing yang beroperasi dengan modal investasi dari Amerika Serikat, biasanya menerbitkan laporan keuangannya yang disesuaikan dengan generally accepted accounting priciples yang berlaku di Amerika Serikat. Tetapi dewasa ini sejumlah organisasi internasional terus mencoba mendorong agar dapat ditetapkan standar prinsip akuntansi yang dapat diterapkan di seluruh dunia.[]

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar